fbpx

Zat aditif pada mie instan

11th February 2020

Hubungi kami di wa 081234850606 jual mie instan sayur organik, tanpa msg, tanpa bahan pengawet, terbuat dari sayur dan buah, tersedia grosir dan ecer di madiun

Zat aditif pada mie instan, yaitu Bahan Aditif yang terdapat pada mie instan yang termasuk  salah satu makanan cepat saji dapat berupa bahan pewarna, bahan pemanis, bahan pengawet, bahan penyedap. Bahan aditif terbagi menjadi 2 yaitu bahan aditif alami dan bahan aditif buatan.sering kali bahan aditif buatan bisa menimbulkan gejala penyakit, berbeda dengan bahan adatif alami yang lebih aman dan sehat beberapa, zat aditif pada mie instan:

  • Bahan Pemanis yaitu siklamat yang memiliki rasa manis 30 kali lebih besar dari gula
  • Bahan Pewarna, sering kali digunakan untuk warna makanan agar terlihat lebih menarik
  •  Bahan Penyedap
    Penyedap rasa ditambahka pada makanan untuk melezatkan dan menambah cita rasa makanan seperti MSG
  • Bahan Pengawet, garam nitrat dan nitrit untuk mengawetkan, karena garam nitrit mampu menghambat bakteri atau mikroorganisme yang menyebabkan botulisme atau keracunan makanan.

Aditif lain dalam mie instan

Aditif lain dalam mie instan, ternyata aditif didalam mie instan sangatlah banyak. Bahan penambah rasa atau flavor selalu digunakan dalam pembuatan mie instan. Bahan inilah yang akan memberi rasa mie, apakah ayam bawang, ayam panggang, kari ayam, soto ayam, baso, barbequ, dan sebagainya. Titik kritis flavor terletak pada sumber flavor. Kalau sumber flavor dari hewan, tentu harus jelas jenis dan cara penyembelihannya. Begitupun flavor yang berasal dari rambut atau bagian lain dari tubuh manusia, statusnya adalah haram

Bahaya zat lilin pada mie instan

Bahaya zat lilin pada mie instan, selama ini kita terbiasa mendengar bahwa mie instan  mengandung zat bahaya yaitu zat lilin, apakah itu benar, ternyata berita tersebut tidak benar, membuang air rebusan mi instan dan menggantinya dengan air yang baru karena dianggap memiliki kandungan lilin yang melapisi mie tersebut. Bahkan, ada yang menyebut air rebusan ini juga memiliki bahan pengawet atau bahan pewarna yang bisa berbahaya jika dikonsumsi. Anggapan ini diperkuat dengan air rebusan mi instan yang cenderung keruh dan mengkilap seperti adanya tambahan minyak atau lilin.

Pakar kesehatan menyebut mitos ini tidak benar.  hal ini disebabkan oleh proses pengolahan dari bahan makanan ini yang membuatnya sangat kering. Sebagai informasi, kadar air dari mi instan yang belum dimasak hanyalah sekitar 5 persen. Hal ini membuat bakteri pembusuk sulit untuk hidup atau berkembang di dalam mi instan.

Kandungan air bekas rebusan mie

Kandungan air bekas rebusan mie,  banyak yang menganggap mie memiliki zat lilin yang terdapat padanya. Dr. Marudut, MPS., berprofesi sebagai seorang ahli gizi sekaligus anggota Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia mencoba meluruskan pemahaman yang salah selama ini.

Seperti cara pengolahan yang benar, air rebusan mie instan  tidak perlu dibuang dan diganti dengan air mendidih yang baru. Mengapa? Sebab, air sisa rebusan mie instan mengandung banyak unsur gizi dan vitamin.”Jadi airnya dipakai justru bagus karena kadungan gizinya.”“Terigunya mengandung lima zat. Ada Fe atau zat besi, ada zink dan seng.”“Begitu juga kandungan vitamin B1 dan B2. Kalau airnya dibuang, ya, hilang juga kandungannya, dan pilihlah mie instan yang non msg yaitu mie instan sayur organik yang lebih sehat dan banyak vitamin.

Bahaya mie instan menurut para ahli

Bahaya mie instan menurut para ahli,

Penelitian yang dilakukan para ahli dari Baylor University dan Harvard University yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition menghasilkan fakta mengejutkan bahwa jika kita rutin mengonsumsi mie instan, maka risiko untuk terkena penyakit jantung dan stroke bisa meningkat dengan signifikan.

Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisa pola makan 11 ribu warga Korea Selatan dengan usia 19 hingga 64 tahun. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa wanita dari Negeri Ginseng memiliki risiko tinggi terkena sindrom metabolik akibat kebiasaan mengonsumsi mie instan terlalu sering.

Waktu yang dibutuhkan untuk mencerna mie instan

terlalu sering kita mendengar bahwasanya usus kita butuh waktu lumayan lama mengcerna ,ie instan, nah berikut penjelasan, waktu yang dibutuhkan untuk mencerna mie instan, mesti satu jam kondisi mie belum hancur, karena Mie instan sama sekali nggak mengandung serat dan lebih banyak bahan kimianya, sehingga memberi banyak beban pada sistem pencernaan yang membuatnya membutuhkan waktu lebih lama untuk dihancurkan. Akibatnya, proses penyerapan nutrisi bagi tubuh pun terganggu

 

 

 

 

Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKURMA KHOLAS ALSAAD MURAH FRESH STOK BARU
Harga Rp 9900
Lihat Detail »
Rp 50000
Rp 50000
Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangToner Kefir Umimu
Harga Rp 50000
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSabun Cair Kecantikan Kefir Umimu
Harga Rp 65000
Lihat Detail »
Rp 15000
Rp 15000
Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangHerba Jawi 99
Harga Rp 15000
Lihat Detail »
Rp 35000
Rp 35000
Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangVASELINE PETROLEUM JELLY 60ML
Harga Rp 35000
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama Barang“Shampoo kemiri penumbuh rambut asli Kemiri”
Harga Rp 45000
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMSG probiotik, penyedap rasa makanan organik
Harga Rp 6000
Lihat Detail »
Rp 150000
Rp 150000
Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangArgan Oil Madre 17ml
Harga Rp 150000
Lihat Detail »
Keranjang>>