fbpx

Perbedaan kambing etawa dan kambing biasa

17th January 2020

Perbedaan kambing etawa dan kambing biasa, mungkin sebagian orang masih belum bisa membedakan mana kambing etawa mana kambing biasa, kambing etawa sering sekali terdengar ditelinga kita, sehingga sudah tidak asing lagi, kambing etawa sering kali kita dapati diambil susunya yang terkenal yaitu susu kambing etawa, namun ada beberapa perbedaan fisik antara kambing etawa dan kambing biasa

Ciri kambing etawa

  • Berbadan besar
  • Tinggi gumba 70-90cm
  • Berat hidup 45-80kg
  • Panjang badan 65-85cm
  • Kepala tegak, jenong menyerupai ikan louhan, garis profil melengkung
  • Bertanduk mengarah kebelakang kebanyakan pendek.

Ciri kambing biasa

  • Bulu pendek dan berwarna tunggal yakni putih, hitam, dan cokelat. Terkadang warna bulunya berasal dari campuran ketiganya.
  • Jantan dan betinanya memiliki tanduk. Kambingnya membentuk pedang, melengkung ke atas sampai belakang
  • Telinga pendek dan menggantung
  • Jantan memiliki janggut. Betinanya tidak berjanggut
  • Leher pendek dan punggung melengkung
  • Bobot kambing jantan dewasa rata-rata 25kg dan betina dewasa 20kg.
  • Tinggi tubuh (gumba) jantan 60-65cm dan betina 56cm

Kambing etawa berasal dari

Kambing etawa berasal dari, belom banyak orang yang mengetahui sebenarnya kambing etawa berasal dari mana, kambing etawa berasal dari India yang didatangkan pada jaman kolonial belanda. Salah satu sumber terpercaya yaitu Ny Hadi Sukarman (67) menyebutkan bahwa keberadaan kambing Etawa Kaligesing tak lepas dari bagian kehidupan Mangharam Teloomal, seorang bangsawan India.  Karena jiwa wiraswastanya yang besar, pada tahun 1943 Mangharam pun mendatangkan kambing benggala sebanyak 200 ekor dari India untuk dipelihara dan dikembangbiakkan di Kaligesing.

Akhirnya kambing ettawa yang sekarang lebih dikenal dengan Peranakan Ettawa (PE) berkembang biak di Purworejo dengan sentra di Kaligesing, dengan berbagai usaha penelitian dan persilangan yang ditangani oleh Pemerintah Purworejo akhirnya pada tahun 1958 hasil silangan kambing lokal dan kambing India setelah keturunan ke 5 menunjukkan kemurnian sifatnya. Maka pada tahun tersebut disepakati untuk pembersihan kambing jantan yang kualitasnya kurang baik yaitu dengan penjualan ke luar daerah.

 

Persebaran kambing etawa

Persebaran kambing etawa, di indonesia ternak kambing etawa sudah mulai di gemari. baik di ambil dagingnya maupun diambil susunya yang murni, namun penyebaran kambing etawa masih sangat terbatas dengan total populasi sekitar 500.000 ekor. Hewan ini tersebar tidak merata di wilayah Indonesia dan hanya 60% dari populasi tersebut ada di Pulau Jawa dan Madura, sementara populasi ternak kambing di Indonesia mencapai 16.841.149 ekor. Sumber bibit utama kambing ini yaitu Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dan Kulonprogo, Yogyakarta.

Kambing etawa pedaging

kambing etawa pedaging, Kambing pedaging merupakan kambing yang biasa untuk dipotong atau digunakan dagingnya sebagai makanan untuk dikonsumsi, Jenis kambing pedaging merupakan jenis kambing yang banyak dicari terutama untuk para pembisnis dan peternak hewan karena perawatannya yang murah dan menghasilkan keuntungan yang melimpah. Kambing pedaging juga biasa digunakan untuk aqiqah, qurban, daging untuk sate kambing, dan lain sebagainya karena dagingnya yang banyak mencapai 70%. Beberapa orang memilih kambing pedaging super dengan harapan akan mendapatkan daging yang tebal saat panen. Jenis kambing etawa merupakan salah satu jenis kambing terbesar di dunia dan telah dikenal sebagia kambing pedaging super.

Kambing etawa terbesar di dunia

Kambing etawa terbesar di dunia, tidak hanya besar namun juga berat, kambing ini menjadi juara kontes kambing etawa, Peternakan Etawa Jaya berhasil menjuarai kontes kambing nasional dengan kambing buldoser berat 128 kg. juara 1 kategori ekstrim. Kali Peternakan Etawa Jaya menurunkan kambing yang lebih muda, Predator, umur 2 tahun, Meskipun usia masih muda, namun fisik Predator mampu menyaingi juara sebelumnya Buldozer yg berumur 3 tahun lebih. Berat resmi dari penilaian juri kontes adalah 121 kg.

 

 

Asal-usul kambing etawa kaligesing

Asal-usul kambing etawa kaligesing, ialah Pada tahun 1930-an, pemerintah kolonial Belanda membawa kambing jamnapari dari India ke daerah Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Kambing jamnapari ini kemudian disilangkan dengan kambing lokal (kambing jawa randu atau kacang). Hasil keturunan dari silangan ini dikenal sebagai Kambing Etawa ras Kaligesing. Kambing memiliki ciri khas pada tekstur kepala menonjol (roman nosed) dan bentuk kuping yang panjang terlipat. Pada awalnya kambing ini dikembangkan untuk breeding dan produksi susu.

Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSunscreen Almayra, pelindung wajah herbal alami
Harga Rp 55000
Lihat Detail »
Rp 25000
Rp 25000
Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSabin Bidara Alfawwaz
Harga Rp 25000
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMSG probiotik, penyedap rasa makanan organik
Harga Rp 6000
Lihat Detail »
Rp 27000
Rp 27000
Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKecap Manis Non MSG
Harga Rp 27000
Lihat Detail »
Rp 30000
Rp 30000
Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangGARAM HIMALAYA BUTIRAN
Harga Rp 30000
Lihat Detail »
Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSABUN BAR 50GR Umimu Beauty Care
Harga Rp 35000
Lihat Detail »
limited
Rp 40000
Rp 40000
Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangCalsi Pelancar Asi rasa coklat
Harga Rp 40000
Lihat Detail »
Rp 50000
Rp 50000
Order Sekarang » SMS : 081234850606
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangToner Kefir Umimu
Harga Rp 50000
Lihat Detail »
Keranjang>>